Sholat Idul Adha di Kodim 1509/Labuha: Menyatukan Iman, Menghidupkan Nilai Pengorbanan

Labuha//faktahukumnusantara.com-(6/6) 10 Dzulhijjah 1446 H Lapangan terbuka di halaman Kodim 1509/Labuha pagi ini menjadi saksi khidmatnya Shalat Iduladha yang diselenggarakan dengan tema penuh makna: “Ikhlas Berqurban, Berbagi Kebahagiaan & Memupuk Kepedulian untuk Merajut Kebersamaan.”

 

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tumpah ruah, bersatu dalam satu saf, menanggalkan sekat-sekat status dan latar belakang. Imam Shalat, Anas Hi. Kotu, S.Sos, memimpin dengan tenang dan khidmat. Sementara Ongky” Nyong, yang tampil sebagai khatib, menyampaikan khutbah yang menggugah jiwa dan membekas di hati.

 

Dalam khutbahnya, Ongky menyerukan agar umat Islam meneladani tiga tokoh besar dalam sejarah keimanan: Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar. “Ketiga tokoh ini bukan hanya simbol ketaatan, tapi manifestasi cinta total kepada Allah,” ujarnya.

 

Secara khusus, ia menyoroti sosok Siti Hajar sebagai ibu luar biasa yang dari rahimnya lahir pemimpin-pemimpin besar. “Tak ada orang hebat tanpa ibu hebat di belakangnya. Ibu bukan hanya madrasah pertama, tapi pondasi peradaban,” tegas ongky

 

Momentum Iduladha, lanjutnya, adalah ruang spiritual yang menyatukan semua manusia dalam satu semangat: berkorban dan peduli. “Islam bukan sekadar agama ritual, tapi sistem sosial yang mempersatukan, menghapus sekat golongan, dan menanamkan rasa kemanusiaan,” kata Safri, yang di akhir khutbahnya tak kuasa menahan air mata.

 

Tangis sang khatib menjadi penanda bahwa pesan yang disampaikan bukan sekadar retorika, tapi lahir dari kedalaman iman dan kepedulian terhadap kondisi umat.

Shalat Iduladha di Kodim 1509/Labuha tahun ini bukan hanya ritual ibadah tahunania adalah momen pembaruan spiritual dan sosial. Sebuah ajakan untuk kembali kepada nilai-nilai pengorbanan, kesederhanaan, dan persaudaraan sejati

 

(Mito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251