Awal yang Menggigit di Kancah Asia
Kalau kamu pikir Persib Bandung cuma jago kandang, tunggu dulu. Di ajang AFC Champions League 2 (ACL 2) 2025-2026, klub kebanggaan Jawa Barat ini benar-benar lagi naik daun. Dari empat laga yang sudah dijalani, tim asuhan Bojan Hodak belum tersentuh kekalahan — tiga kali menang, sekali imbang. Hasil yang bukan cuma bikin fans sumringah, tapi juga bikin rekening klub makin tebal.
Sejak langkah pertama mereka di fase grup, Persib udah kantongi sekitar 300 ribu dolar AS, atau setara Rp 4,9 miliar. Itu baru dari hadiah lolos aja, belum termasuk bonus kemenangan. Gila, kan?
Cuan Deras dari Setiap Kemenangan
Nah, ini bagian yang paling menarik. AFC ternyata cukup royal tahun ini. Setiap tim yang menang, dikasih bonus 50 ribu dolar AS alias sekitar Rp 833 juta per laga. Karena Persib udah menang tiga kali, otomatis mereka dapet tambahan Rp 2,4 miliar lagi. Kalau dijumlahin sama hadiah fase grup tadi, total sementara udah Rp 7,3 miliar. Tapi tunggu dulu, masih ada tambahan lain!
Perjalanan ke Luar Negeri yang Berbuah Manis
Persib bukan cuma unjuk gigi di kandang. Mereka juga sudah dua kali tandang ke luar negeri — ke Thailand dan Malaysia. Nah, AFC juga ngasih subsidi untuk pertandingan tandang, senilai 50 ribu dolar AS per laga. Jadi, dua laga berarti sekitar Rp 1,6 miliar lagi masuk kas klub.
Kalau dijumlahin semuanya — hadiah lolos grup, bonus kemenangan, dan subsidi tandang — totalnya udah nyentuh Rp 8,9 miliar. Dan itu belum termasuk hak siar serta sponsorship yang pastinya makin mengalir kalau performa Persib tetap segemilang ini.
Lebih Kaya dari Juara Liga 1!
Coba bandingin: musim lalu, hadiah juara Liga 1 2024-2025 cuma Rp 7,5 miliar. Artinya, tanpa harus juara dulu pun, kiprah Persib di ACL 2 ini udah lebih “cuan” dari prestasi domestik mereka sebelumnya. Ini bukti kalau tampil di kancah Asia memang bukan cuma soal gengsi — tapi juga peluang finansial yang luar biasa besar.

Tantangan di Dua Laga Terakhir
Petualangan Maung Bandung belum selesai. Masih ada dua pertandingan fase grup tersisa:
Lion City Sailors FC (tandang)
Bangkok United (kandang)
Persib cuma butuh satu hasil imbang untuk memastikan tiket ke 16 besar, atau satu kemenangan buat ngunci status juara grup. Tapi, perjalanan ke babak gugur nggak cuma soal statistik — ini soal mental, konsistensi, dan fokus penuh.
Kalau mereka berhasil melangkah ke fase knock-out, Persib bakal dapat tambahan bonus 80 ribu dolar AS alias sekitar Rp 1,3 miliar. Jadi, total potensi pendapatan bisa menembus Rp 10 miliar lebih. Fantastis!
Persaingan Ketat Menuju 16 Besar
Setelah empat laga, pelatih Bojan Hodak angkat bicara soal persaingan yang makin sengit. Menurutnya, hasil sejauh ini udah nunjukin kalau Persib jauh lebih stabil dibanding musim lalu. Tapi dia juga realistis — persaingan belum selesai.
“Bangkok United itu tim bagus,” ujar Hodak santai. “Mereka bisa dominasi permainan, bertahan solid, dan menyerang dengan efektif. Jadi, saya nggak kaget dengan hasil mereka.”
Kata-katanya menunjukkan respek, tapi juga kepercayaan diri. Hodak tahu, Persib sekarang bukan tim yang gampang digoyang.
Bangkok United, Ancaman Serius di Grup G
Kalau bicara soal peta persaingan, Bangkok United jelas jadi lawan paling berbahaya. Mereka bahkan sukses menumbangkan Lion City Sailors FC, finalis musim lalu. Tapi di atas kertas, peluang terbesar masih di tangan Persib.
Hodak pun nggak mau jumawa. Menurutnya, semua tim di Grup G masih punya peluang yang sama. “Saya udah bilang, di grup ini semua bisa saling mengalahkan,” tegasnya. “Kami harus tetap fokus dan melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan.”












