POLMAN-Faktahukumnusantara.com— Sebuah pohon kelapa mati yang dinilai rawan tumbang roboh dan menimpa bagian dapur rumah warga di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (23/12/2025) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita itu mengakibatkan kerusakan pada atap dapur rumah milik Abdul Ba’du T (69), namun tidak menimbulkan korban jiwa.(Timred)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon kelapa tersebut diduga telah lama mati dan berada tidak jauh dari bangunan rumah warga. Saat kejadian, kondisi sekitar masih sepi dan pemilik rumah berada di dalam rumah, sehingga tidak ada aktivitas di dapur yang terdampak langsung oleh tumbangnya pohon tersebut.
Meski tidak menelan korban, insiden ini sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar mengingat ukuran pohon kelapa yang cukup besar dan posisi roboh yang tepat menimpa bagian dapur. Kerusakan utama terjadi pada atap dapur yang tertimpa batang dan pelepah kelapa.
Dilansir dari laman Swara Mandar, personel Polsek Tinambung yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Tinambung, IPDA Sumarlin, segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.
Dalam penanganan di lapangan, polisi bersama petugas Taruna Siaga Bencana (TAGANA) serta masyarakat setempat bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang dari atas bangunan rumah warga. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya agar sisa batang dan pelepah pohon tidak menimbulkan risiko tambahan bagi rumah di sekitarnya.
Wakapolsek Tinambung IPDA Sumarlin menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut serta mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila terdapat pohon lain yang dinilai berpotensi membahayakan permukiman.
“Kami bersama TAGANA dan warga setempat langsung melakukan evakuasi untuk memastikan lingkungan sekitar aman dan tidak ada ancaman lanjutan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap pohon-pohon tua atau mati yang berada di sekitar permukiman, terutama pada musim cuaca yang tidak menentu. Warga diimbau untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(Tim/red)












