Sulawesi-selatan- Faktahukumnusantara.com — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi memulai pembangunan Jalan Lintas Bosowa melalui groundbreaking Paket 4 dengan nilai anggaran lebih dari Rp615 miliar. Proyek strategis nasional ini akan memperbaiki total 286 kilometer ruas jalan yang membentang di lima kabupaten, yakni Wajo, Soppeng, Barru, Sidrap, dan Bone, dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2026 dengan kondisi jalan mulus dan laik fungsi.
Groundbreaking yang dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025) ini menandai dimulainya pekerjaan fisik skema Multi Years Contract (MYC), sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan konektivitas wilayah dan penguatan akses ekonomi antar-daerah di kawasan Bosowa dan sekitarnya.
Proyek Strategis, Jalur Vital Ekonomi Sulsel
Jalan Lintas Bosowa selama ini dikenal sebagai jalur vital yang menghubungkan pusat-pusat produksi pertanian, perdagangan, dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi sebagian ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan berat, mulai dari lubang, retak memanjang, hingga penurunan badan jalan, yang kerap memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Melalui Paket 4 ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjawab keluhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mencakup peningkatan struktur perkerasan, pelebaran badan jalan di titik tertentu, hingga perbaikan drainase guna menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Daftar Ruas Jalan yang Ditangani
Adapun ruas-ruas Jalan Lintas Bosowa yang masuk dalam lingkup pengerjaan Paket 4 meliputi:
Pekkae – Batas Soppeng
Batas Barru – Takalalla
Takalalla – Cabbenge – Salonro
Salonro – Batas Wajo
Batas Soppeng – Ulugalung
Impa-Impa – Anabanua
Cabbenge – Soppeng
Anabanua – Malake – Batas Sidrap
Solo – Peneki – Kulampu
Doping – Atapange
Salonro – Batas Bone
Batas Bone – Pompanua
Waempubbu – Lajoa – Pacongkang – Citta – Batas Bone
Batas Bone – Tobenteng
Ruas-ruas tersebut selama ini menjadi penghubung utama antar-kabupaten, termasuk jalur distribusi hasil pertanian, peternakan, dan komoditas unggulan lainnya.
Target Rampung 2026, Jalan Mulus dan Aman
Dengan skema MYC, pekerjaan konstruksi akan berlangsung lintas tahun dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat dan daerah. Targetnya, pada 2026 seluruh ruas prioritas telah selesai dikerjakan dan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, proyek ini juga diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah juga menegaskan bahwa aspek mutu konstruksi menjadi perhatian utama agar jalan yang dibangun tidak cepat rusak.
Respons Masyarakat Positif
Rencana pembangunan ini disambut positif oleh masyarakat di sepanjang jalur Bosowa. Warga berharap pengerjaan dilakukan tepat waktu dan berkualitas, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi hasil panen hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Meski demikian, masyarakat juga meminta agar selama masa konstruksi, pengaturan lalu lintas dilakukan dengan baik guna meminimalkan gangguan aktivitas dan risiko kecelakaan.
Dorong Pertumbuhan Wilayah
Pemerintah menilai peningkatan kualitas Jalan Lintas Bosowa akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat integrasi antar-kabupaten di Sulawesi Selatan.
Dengan dimulainya groundbreaking Paket 4 ini, harapan akan jalan mulus, aman, dan berkelanjutan pada 2026 kian nyata, sekaligus menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.(tim)












