Jembatan Gantung Bulo–Lenggo Rampung Direnovasi TNI, Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga Kembali Lancar

POLEWALI MANDAR- Faktahukumnusantara.com —Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bulo dan Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akhirnya kembali dapat dilalui dengan aman. Jembatan sepanjang 60 meter itu resmi rampung direnovasi melalui kerja bakti TNI bersama masyarakat, setelah sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan warga.

Rampungnya renovasi jembatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di dua desa tersebut. Selama ini, jembatan gantung Bulo–Lenggo merupakan satu-satunya akses penghubung lintas sungai yang menopang aktivitas harian warga, mulai dari mobilitas ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan sosial dasar.

Dengan selesainya perbaikan, aktivitas masyarakat yang sempat tersendat kini kembali berjalan normal, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini menghantui pengguna jembatan.

Sempat Membahayakan Warga

Sebelum direnovasi, kondisi jembatan gantung Bulo–Lenggo tergolong memprihatinkan. Sejumlah papan lantai jembatan telah lapuk, kawat sling penggantung mulai kendur, serta pagar pengaman di beberapa titik rusak. Situasi semakin berisiko ketika debit air sungai meningkat saat musim hujan, memaksa warga ekstra waspada setiap kali menyeberang.

Tak sedikit warga, termasuk anak-anak sekolah, petani, dan pedagang, harus menahan rasa cemas saat melintasi jembatan. Bahkan, sebagian warga memilih memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh demi menghindari potensi kecelakaan.

TNI Turun Tangan Lewat Kerja Bakti

Melihat kondisi tersebut, TNI melalui Kodim 1402/Polman bergerak cepat dengan menggelar program kerja bakti bersama masyarakat setempat. Renovasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggantian lantai jembatan, penguatan konstruksi utama, hingga perbaikan sistem pengaman agar jembatan kembali kokoh dan aman digunakan.

Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, menegaskan bahwa renovasi jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

“Alhamdulillah, jembatan gantung ini sudah selesai direnovasi dan kini bisa kembali digunakan dengan aman. Kami berharap keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk memperlancar mobilitas warga dan anak-anak sekolah,” ujar Letkol Ikhwan.

Wujud Kepedulian dan Kemanunggalan TNI–Rakyat

Menurut Dandim, peran TNI tidak hanya terbatas pada tugas pertahanan negara, tetapi juga mencakup dukungan aktif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program kerja bakti TNI, kami ingin mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jembatan ini adalah hasil kerja bersama, sehingga menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki peran vital dalam membuka isolasi wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Disambut Antusias Warga

Rampungnya renovasi jembatan gantung Bulo–Lenggo disambut antusias oleh warga Desa Bulo dan Desa Lenggo. Mereka mengaku kini merasa lebih aman dan nyaman saat melintasi jembatan yang selama ini menjadi jalur utama penghubung antar desa.

“Sekarang sudah tidak was-was lagi kalau lewat, apalagi anak-anak ke sekolah,” ujar salah seorang warga.

Dorong Ekonomi dan Pendidikan Desa

Dengan kembali normalnya akses penghubung ini, masyarakat berharap roda perekonomian desa semakin bergerak, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta akses pendidikan bagi anak-anak sekolah tidak lagi terkendala.

Renovasi jembatan gantung Bulo–Lenggo menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar warga, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa.

Ke depan, warga berharap perhatian terhadap pembangunan dan perawatan infrastruktur pedesaan terus berlanjut agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.(Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251