TPI Panji Yosua Dipercayakan Menjaga Keamanan dan Ketertiban Ibadah Jemaat GMIM Eben Haezar Lantung

LANTUNG-Faktahukumnusantara.com  – Pelayanan gerejawi tidak hanya diwujudkan melalui mimbar dan puji-pujian, tetapi juga melalui kehadiran para pelayan yang memastikan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat. Di Jemaat GMIM Eben Haezar Lantung, peran tersebut kembali dipercayakan kepada Tim Pelayanan Ibadah (TPI) Panji Yosua, yang secara konsisten menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap ibadah jemaat.

Kepercayaan tersebut ditegaskan dalam ibadah jemaat yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Desember 2025. Ibadah yang berlangsung di Gereja GMIM Eben Haezar Lantung itu dipimpin oleh Pdt. Kristi Lolaro Wentinusa, S.Th., dan diikuti oleh jemaat dari berbagai kolom pelayanan. Suasana ibadah berjalan dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan kesiapan jemaat dalam beribadah kepada Tuhan.

Dalam konteks GMIM, Panji Yosua bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari pelayanan gerejawi yang mengandung makna kesiapsiagaan, ketaatan, dan tanggung jawab rohani. TPI Panji Yosua hadir sebagai pelayan yang membantu menciptakan suasana ibadah yang kondusif, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian peribadahan tanpa gangguan.

Berbeda dengan konsep pengamanan yang bersifat struktural atau aparat, pelayanan TPI Panji Yosua dijalankan dalam bingkai pastoral dan etika gereja. Para anggota TPI dituntut untuk mengedepankan pendekatan persuasif, sikap sopan, serta keteladanan hidup, sehingga kehadiran mereka benar-benar menjadi bagian dari pelayanan kasih di tengah jemaat.

Peran TPI Panji Yosua juga erat kaitannya dengan tanggung jawab Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) dalam menjaga tata ibadah. Dalam praktiknya, TPI membantu pengaturan jemaat, menjaga ketenangan selama ibadah berlangsung, serta siap merespons secara bijaksana apabila terjadi situasi yang berpotensi mengganggu kekhidmatan ibadah.

Sejumlah jemaat menilai kehadiran TPI Panji Yosua memberikan rasa aman dan nyaman. Dengan adanya pelayanan ini, jemaat merasa lebih tertolong untuk fokus beribadah, tanpa harus khawatir terhadap hal-hal yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Hal tersebut sekaligus memperkuat kesadaran bahwa ketertiban dalam ibadah merupakan tanggung jawab bersama seluruh jemaat.

Lebih dari sekadar tugas teknis, pelayanan TPI Panji Yosua menjadi wadah pembentukan karakter dan spiritualitas bagi para pelayannya. Disiplin, kesiapsiagaan, serta komitmen terhadap tata gereja menjadi nilai-nilai yang terus ditanamkan dalam pelayanan ini. Dengan demikian, Panji Yosua tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban, tetapi juga membentuk pribadi pelayan yang dewasa dalam iman.

Melalui kepercayaan yang kembali diberikan ini, gereja berharap TPI Panji Yosua dapat terus menjalankan pelayanan secara konsisten dan bertanggung jawab. Pelayanan ini dipandang sebagai bagian penting dalam membangun budaya ibadah yang tertib, aman, dan berlandaskan kasih, sejalan dengan semangat gereja untuk menghadirkan ibadah yang bermakna bagi seluruh jemaat.

Ke depan, keberadaan TPI Panji Yosua di Jemaat GMIM Eben Haezar Lantung diharapkan semakin memperkuat kehidupan bergereja, tidak hanya dalam aspek peribadahan, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif jemaat akan pentingnya ketertiban, kedisiplinan, dan saling menghormati sebagai wujud iman yang hidup.

Penulis:Yoksan Salendah, C.Par., C.BJ., C.EJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251