MAJENE-Faktahukumnusantara.com— Warga pesisir di Lingkungan Tanangan dan Tanangan Barat, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai menggelar pra persiapan menyambut Pesta Nelayan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari 2026. Agenda budaya tahunan ini memiliki makna penting bagi masyarakat nelayan karena memadukan nilai sosial, ekonomi, dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pra persiapan meliputi penataan lokasi kegiatan, koordinasi antarwarga, serta perencanaan rangkaian adat dan hiburan rakyat yang menjadi bagian utama Pesta Nelayan. Seluruh tahapan awal dilaksanakan secara gotong royong, melibatkan masyarakat nelayan, tokoh adat, tokoh agama, serta unsur pemuda setempat.

Tokoh masyarakat Tanangan, Dedi Suwandi M, menjelaskan bahwa pra persiapan dilakukan lebih awal untuk memastikan seluruh rangkaian Pesta Nelayan 2026 dapat berjalan tertib, aman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat Mandar.
“Pesta Nelayan bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi wujud rasa syukur nelayan kepada Tuhan atas rezeki laut yang diberikan, sekaligus doa bersama agar keselamatan dan keberkahan senantiasa menyertai para nelayan saat melaut,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai kebersamaan dan musyawarah menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan persiapan. Hal tersebut dinilai penting agar tradisi Pesta Nelayan tidak kehilangan makna filosofisnya di tengah perkembangan zaman.
Selain aspek budaya dan spiritual, Pesta Nelayan juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir. Setiap pelaksanaan Pesta Nelayan, aktivitas UMKM lokal, pedagang kuliner tradisional, hingga sektor jasa biasanya mengalami peningkatan seiring datangnya pengunjung dari berbagai wilayah di Majene maupun luar daerah.
Sejumlah warga menilai Pesta Nelayan juga menjadi ruang interaksi sosial lintas generasi, sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi pesisir Mandar.
Meski masih berada pada tahap pra persiapan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga berharap Pesta Nelayan 2026 dapat terlaksana lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, tanpa mengabaikan nilai kesederhanaan, kearifan lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan laut.
Panitia menyampaikan bahwa rangkaian persiapan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga mendekati hari pelaksanaan. Seluruh proses akan tetap mengedepankan prinsip kebersamaan, musyawarah, serta komitmen menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan utama masyarakat nelayan Tanangan dan Tanangan Barat.(Red)












