Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuat pernyataan mengejutkan: lebih dari 1.000 ASN Pemprov Sumut tercatat terlibat judi online. Data tersebut berasal dari laporan PPATK, dan Bobby mengaku sudah memberikan teguran keras kepada seluruh ASN.
“Ini terbuka saja. Ada 1.000 lebih ASN Pemprov itu kena judi online. Ini hasil PPATK yang kami dapatkan,” kata Bobby dalam acara Medan Sharia Investor City 2025, Jumat (21/11).
ASN Terjerat Judi Online: Beban Cicilan Jadi Pemicu
Bobby menjelaskan banyak ASN yang terbebani cicilan—terutama di Bank Sumut—sehingga rentan mencari jalan pintas, termasuk judi online. Kondisi ini, menurutnya, membuat ASN mudah terseret perilaku keuangan yang salah.
Solusi Ala Bobby: Ganti Judi dengan Investasi
Alih-alih hanya menghukum, Bobby meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kelas literasi pasar modal bagi ASN.
“Daripada cari uang dari korupsi atau fee proyek, bagus belajar pasar modal. Bisa ngitung-ngitung mana emiten yang naik atau turun,” ujarnya.
Ia menilai investasi adalah alternatif sehat untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mencegah praktik korupsi maupun judi online.
Mencegah Korupsi Lewat Literasi Keuangan
Bobby menegaskan bahwa tanpa pemahaman finansial, ASN akan bergantung pada pihak yang salah.
“Kalau nggak diajari BEI, yang ngajarin nanti kontraktor—jadinya korupsi.”
Melalui literasi pasar modal, ASN diharapkan mampu membuat keputusan finansial yang lebih baik dan ikut merasakan manfaat perkembangan pasar modal.
Kesimpulan: Judi Online Masif, Solusi Harus Sistemik
Temuan PPATK tentang 1.000 ASN terlibat judol menjadi alarm serius bagi Pemprov Sumut. Bobby memilih langkah kombinasi: teguran keras dan edukasi finansial. Dengan pemahaman investasi yang tepat, ASN tidak hanya terhindar dari judi online, tetapi juga dari godaan korupsi dan praktik keuangan berisiko.












