Berita  

Evakuasi Longsor Banjarnegara: Tanah Masih Bergerak, Korban Terus Ditemukan, BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi

Proses evakuasi korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, berlangsung dalam situasi berisiko tinggi. Tanah di lokasi masih terus bergerak sehingga tim penyelamat baru bisa masuk dua hari setelah kejadian. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menjelaskan bahwa keselamatan petugas menjadi pertimbangan utama.

“Hari pertama dan kedua belum bisa evakuasi karena tanah masih bergerak. Secara geologi hari ini pun belum aman, tapi karena korban banyak, dengan keamanan maksimal kita masuk,” ujarnya di Wonosobo, Jumat (21/11/2025).

Delapan Korban Ditemukan, 18 Masih Hilang

Hingga hari keempat, tim gabungan telah menemukan delapan korban, namun sebagian jenazah ditemukan tidak utuh sehingga identifikasi masih berlangsung. Sementara itu, 18 orang masih hilang.

BNPB memastikan kebutuhan dasar warga—mulai dari makanan, hunian sementara, hingga layanan kesehatan—telah dipenuhi oleh BNPB, Kemensos, Kemenkes, pemerintah provinsi, dan kabupaten sekitar.

Evakuasi Berat: Medan Labil dan Risiko Longsor Susulan

Tanah yang terus bergerak membuat alat berat baru bisa digunakan dua hari setelah kejadian. Lokasi longsor berada di kawasan lereng labil yang memerlukan pengamanan maksimal untuk menghindari korban tambahan dari pihak penyelamat.

Longsor pada Minggu (16/11/2025) ini menyebabkan 28 warga tertimbun dan ratusan lainnya mengungsi.

BNPB: Tanggap Darurat Membaik, Tapi Mitigasi Harus Diperkuat

Meski penanganan darurat dan rehabilitasi kini lebih solid, Suharyanto menekankan bahwa mitigasi sebelum bencana harus menjadi prioritas, terutama di wilayah rawan tanah bergerak seperti Banjarnegara.

“Tanggap darurat dan rehab-rekon sudah semakin baik. Tapi mitigasi sebelum bencana harus terus kita tingkatkan.”

Kesimpulan: Banjarnegara Butuh Sistem Mitigasi Lebih Kuat

Tragedi longsor Banjarnegara kembali mengungkap kerentanan daerah rawan bencana. Evakuasi sulit, korban terus bertambah, dan kebutuhan mitigasi makin mendesak. Tanpa penguatan sistem peringatan dini dan penataan kawasan rawan, ancaman longsor akan terus membayangi masyarakat di wilayah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251