Peristiwa longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, masih menyisakan luka mendalam. Tanah dan batu yang ambruk beberapa hari lalu bukan hanya merusak rumah dan lahan—tapi juga merenggut puluhan nyawa. Warga yang selamat masih berjuang menghadapi kenyataan pahit, sementara proses pencarian terus berjalan di tengah medan yang berat dan penuh risiko.
Namun, di balik suasana duka itu, publik tiba-tiba dibuat heboh oleh hadirnya seorang pemuda bernama Rival Altaf, yang disebut-sebut punya kemampuan indigo. Videonya viral setelah banyak warganet mengklaim bahwa Rival berhasil menunjuk titik-titik lokasi jenazah yang tertimbun longsor dengan tingkat akurasi yang bikin merinding.
Longsor Besar yang Mengubah Segalanya
Longsor itu terjadi cepat—terlalu cepat untuk dipahami. Rumah-rumah roboh, lahan pertanian rusak, dan akses jalan tertutup total. Tim pencarian yang terdiri dari relawan, warga, dan aparat gabungan bekerja tanpa henti sambil menghadapi medan licin, tanah labil, hingga potensi longsor susulan.
Suasana di lokasi dipenuhi ketegangan. Setiap bunyi alat berat atau teriakan relawan membuat harapan keluarga korban naik-turun. Banyak dari mereka bertahan di sekitar area bencana, menunggu kabar apa pun tentang orang-orang yang mereka cintai.
Viralnya Rival Altaf: Antara Keyakinan dan Skeptis
Nama Rival mencuat setelah unggahan TikTok menyebut ia menemukan 6 korban tepat di titik atau radius beberapa meter dari tempat yang ia tunjuk. Warganet ramai membicarakan kemampuan ‘indra keenam’-nya—mulai dari yang mempercayai hingga yang mempertanyakan kebenarannya.
Menurut laporan dari Tribun, Rival mengaku sudah merasakan keberadaan korban sejak hari pertama pencarian berlangsung. Hal inilah yang membuat sebagian relawan terkejut, apalagi ketika beberapa titik temu ternyata sesuai dengan yang ia arahkan.
Fenomena ini membuat publik terbelah—antara yang menilai ini sekadar kebetulan, sampai yang meyakini Rival benar-benar membantu mempercepat pencarian.
Data Terbaru BNPB: Potret Kehilangan yang Nyata
Hingga 18 November 2025, hasil pencarian menunjukkan:
18 korban ditemukan meninggal
5 masih dalam pencarian
23 orang berhasil diselamatkan
11 luka-luka, 58 jalani perawatan jalan
3 warga dirawat inap di pengungsian
Kerusakan material juga tak kalah besar:
16 rumah roboh atau hilang
25 rumah terancam
1 hektare lahan pertanian rusak
Secara sosial, dampaknya meluas:
17 keluarga (46 jiwa) terdampak langsung
133 keluarga (383 jiwa) mengungsi
Mereka kini tinggal sementara di Balai Desa, MTS SS Cibeunying, Masjid Baeturrohmah Wanasari, dan rumah kerabat.
Relawan dan Pengungsi: Dua Sisi Perjuangan
Relawan terus menggali, kadang hanya dengan tangan kosong. Mereka melawan lelah, dingin, dan medan berat. Sementara para pengungsi berusaha menata kehidupan baru di tempat sementara sambil menghadapi trauma, ketidakpastian, dan kehilangan.
Penutup: Luka yang Belum Sembuh
Tragedi Cibeunying bukan sekadar berita. Ini kisah tentang kehilangan, tentang perjuangan, dan tentang sekelibat harapan yang muncul lewat sosok Rival Altaf yang kini viral di dunia maya. Tapi pada akhirnya, inti dari semua ini adalah manusia—mereka yang kehilangan keluarga, rumah, dan masa depan.
Cibeunying mungkin akan bangkit perlahan. Namun untuk saat ini, duka itu masih nyata, dan empati kita masih sangat dibutuhkan.












