Dua Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Warga Madatte Polewali, Warga Terkejut Bau Menyengat

POLEWALI MANDAR-Faktahukumnusantara.com — Dua bunga bangkai tumbuh secara alami di pekarangan rumah warga di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Rabu (24/12/2025). Keberadaan tanaman langka tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena mengeluarkan bau menyengat menyerupai bangkai, sekaligus menimbulkan rasa takjub lantaran muncul tanpa pernah ditanam sebelumnya.

Bunga bangkai yang diketahui memiliki nama latin Amorphophallus itu tumbuh di halaman rumah milik seorang warga bernama Tati. Awalnya, Tati mengira bau busuk yang tercium dari sekitar rumahnya berasal dari bangkai hewan, seperti tikus atau kucing, yang mati di sekitar pekarangan.

“Saya sempat mencari-cari sumber bau karena baunya sangat menyengat. Saya pikir ada bangkai tikus di sekitar pagar, ternyata setelah dilihat lebih dekat, baunya berasal dari bunga ini,” ujar Tati saat ditemui di kediamannya.

Dua bunga bangkai tersebut memiliki ukuran yang berbeda. Satu bunga berdiameter sekitar 40 sentimeter, sementara bunga lainnya berukuran lebih kecil, sekitar 25 sentimeter. Warna bunga tampak mencolok, didominasi merah tua bercampur ungu dengan bagian tongkol atau spadiks berwarna kekuningan di bagian tengah.

Salah satu bunga dilaporkan tidak berkembang secara sempurna karena tumbuh di area sempit dan terjepit di dekat pagar rumah. Meski demikian, keduanya tetap mengeluarkan aroma khas bunga bangkai yang sangat kuat, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Tati mengaku terkejut sekaligus heran dengan kemunculan tanaman tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menanam bunga bangkai di halaman rumahnya dan selama ini pekarangan hanya ditumbuhi tanaman hias dan rerumputan biasa.

“Ini tumbuh sendiri, tidak pernah saya tanam. Tiba-tiba saja muncul dan langsung besar. Baunya itu yang membuat kaget,” kata dia.

Keberadaan bunga bangkai tersebut menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah tetangga datang untuk melihat langsung fenomena alam yang jarang ditemui di lingkungan permukiman. Beberapa warga bahkan mengabadikan bunga tersebut menggunakan ponsel untuk dibagikan di media sosial.

Secara ilmiah, bunga bangkai jenis Amorphophallus dikenal sebagai tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh liar di daerah tropis, terutama pada tanah yang subur dan lembap. Tanaman ini terkenal karena aroma busuk yang dikeluarkan saat mekar, yang berfungsi menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang.

Meski sering disebut bunga bangkai, tanaman ini berbeda dengan Amorphophallus titanum atau titan arum yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia. Namun demikian, keberadaannya tetap tergolong unik dan jarang dijumpai tumbuh di pekarangan rumah warga.

Hingga kini, belum ada pihak terkait yang memastikan secara rinci jenis spesifik Amorphophallus yang tumbuh di pekarangan tersebut. Warga berharap ada perhatian dari instansi terkait, baik dari dinas lingkungan hidup maupun pihak akademisi, untuk memberikan penjelasan lebih lanjut sekaligus memastikan tanaman tersebut tetap terjaga.

Sementara itu, pemilik rumah mengaku tidak berencana memindahkan atau menebang bunga tersebut selama tidak membahayakan. Ia justru merasa peristiwa ini menjadi pengalaman langka dan menarik menjelang akhir tahun.

“Walaupun baunya menyengat, tapi ini kejadian yang jarang. Banyak orang datang melihat, jadi kami biarkan saja dulu,” ujar Tati.

Kemunculan bunga bangkai ini menambah daftar fenomena alam unik yang kerap muncul secara tak terduga di kawasan permukiman warga di Polewali Mandar, sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan hayati yang masih tumbuh alami di lingkungan sekitar.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251