Kelangkaan Solar Picu Antrean Mengular di SPBU Sidrap, Ganggu Arus Lalu Lintas

SIDRAP-Faktahukumnusantara.com –Antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir. Antrean yang didominasi truk dan kendaraan angkutan barang tersebut bahkan meluber hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini kerap memicu kemacetan di sejumlah titik, terutama di ruas jalan utama dan jalan nasional yang melintasi kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi. Pengendara sepeda motor dan mobil pribadi terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan sebagian harus mengambil jalur berlawanan untuk menghindari antrean yang mengular panjang.

Sejumlah pengemudi mengeluhkan lamanya waktu antrean serta ketidakpastian ketersediaan solar di SPBU. Salah seorang sopir truk, Arman (42), mengaku harus mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM.

“Kadang kami datang sejak pagi, tapi baru bisa mengisi sore hari. Antrean sampai ke badan jalan dan sangat mengganggu aktivitas kerja,” ujarnya, Selasa (24/12/2025).

Para pengemudi menduga kelangkaan solar tersebut dipicu oleh terbatasnya pasokan dari Pertamina induk Parepare, yang selama ini menjadi penyuplai BBM untuk wilayah Kabupaten Sidrap dan sekitarnya. Mereka menilai distribusi solar yang diterima SPBU belum sebanding dengan tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi, logistik, dan pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya. Warga menilai antrean panjang di SPBU tidak hanya merugikan pengemudi yang membutuhkan BBM, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Antrean kendaraan sampai memakan setengah badan jalan. Apalagi kalau malam hari, kondisinya sangat rawan kecelakaan,” kata Rahma, warga yang rutin melintas di jalur tersebut.

Dari sisi pengelola SPBU, keterbatasan pasokan solar diakui menjadi kendala utama. Salah seorang petugas SPBU menyebutkan bahwa distribusi dari depo Pertamina Parepare tidak selalu sesuai dengan kebutuhan harian di lapangan.

“Permintaan masyarakat tinggi, tetapi pasokan yang kami terima terbatas. Kami hanya menyalurkan BBM sesuai kuota yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, aparat kepolisian lalu lintas mengaku telah melakukan pengaturan arus kendaraan untuk meminimalisir kemacetan akibat antrean BBM. Polisi juga mengimbau pengelola SPBU agar lebih tertib dalam mengatur antrean dan tidak membiarkan kendaraan meluber ke badan jalan. Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum akan efektif selama persoalan pasokan solar belum ditangani secara menyeluruh.

Hingga kini, masyarakat dan para pengemudi berharap Pertamina segera melakukan evaluasi distribusi serta menambah pasokan solar dari Parepare, terutama menjelang akhir tahun ketika aktivitas transportasi dan distribusi barang cenderung meningkat. Langkah cepat dan terukur dinilai penting agar antrean panjang tidak terus berulang, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.(Tim/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1766260801251